Membayangkan Irisan-Irisan Keyataan | Ketika Naluri | Kado Untukmu

Kado Untukmu

Kado untukmu (1)

Tuhan….
bila nanti tabir sunyi
dan kata-kata tak bersua
jagalah ia dengan cinta

Tuhan…..
suatu masa akan datang
dimana bumi keras terguncang
dan aku tak lagi berdaya
maka bisikanlah padanya
semua tentang cinta

Tuhan….
biarkan kami tak jumpa
mungkin untuk selamanya
tapi hari ini
aku bersaksi dalam puisi
kan kukenang dalam hati

Tuhan….
aku tahu rindu ini
hasrat dalam mimpi
melampaui diriku sendiri

Tuhan….
temuilah dirinya
dimalam suci
sapalah dengan salamku

nafas sesak
2004

Kado untukmu (2)

maafkan aku wahai janji
anak kataku sendiri
tak datang atas kehendakmu

bukan mengingkari
atau bahkan lari sembunyi
tapi waktu
membunuhku malam itu

hingga pagi
disudut stasiun kereta api
terdengar berita
tentang kematian

sahabatku…..
adakah kau lihat mayat itu?
mayat sang penyelamat
bangkai sang penebus
hangus
terbakar oleh kata-katanya sendiri

kau pun sudah mati
tapi…..
semoga kau tak sadarkan diri
bahwa kau benar-benar telah mati

2004

Kado  untukmu (3)

kita punya cerita
meski tak lama
cukup bagiku untuk mengingatnya

dunia maya
ruang hampa
lautan kata
penjara rasa

kita punya cerita
meski tak lama
terlalu miskin bagiku untuk melupakannya

2004

Kado untukmu (4)

sesuatu yang dingin, mengerikan
hadir sebagai sebuah tragedi atas ketololanku
yang tak percaya pada satu ruang, yang kini hilang,
tersisa hanya bayang-bayang penyesalan

2004

Kado untukmu (5)


gelapmu bagai malam
mengusir matahari
kala senja menyapa cakrawala

aku rindu pada sunyi
yang pekat direlung jiwa
didasar-dasar emosi
aku tapaki gelapmu

disana aku dapat berjumpa
cahaya bintang rembulan
dan sinar mata-Nya
penawar rintih perih
kecemasan
ketakutan

sebuah rahasia akan terungkap
O, aku berharap pagi telah mati!


2004


Kado untukmu (6)

akulah kesunyian dimalam  nanti
datanglah padaku
bila kau ingin mencumbu

hasrat dan takdir
bertempur demi keheningan
kalut
tak satupun dari semua tentangku berpijak

akulah kesunyian dimalam nanti
dan ketika kau muntah oleh renunganmu sendiri
aku setia menyelimuti

2004

Kado untukmu(7)

tiada yang lebih anggun dari malam
kecuali malam itu sendiri

mawar-mawarmu tak lagi berarti
rangkaian puisi hanyalah hitam
poster alam raya seperti digulung
drama telah usai

tinggal dua yang tersisa
pecinta dan pencipta

akulah kesunyian dimalam nanti
sebab aku tak bisa menjadi keduanya

2004

Full name:
Email address:
Comment:
  

Tue, 20 Apr 2004 22:48:12 -0700 (PDT)