Namaku Kepalsuan | Surat-Surat Mengabarkan Luka

Surat-Surat Mengabarkan Luka

Menerima suratmu
tiba-tiba aku lupa, harus apa dan bagaimana.
di mataku semuanya abu-abu
jalan-jalan buntu. sementara malam berjelaga
orang-orang mulai sanksi, berubah
menjadi tetangga yang selalu curiga
bila sudah begini, impian terkurung di dunia kecil.
aku tersaruk dan sakit-sakitan
menahan hentakan luka di dada.
nasib berulang dalam lingkaran pendek
putus asa dan rindu pulang.
padahal di seberang sana: nun jauh di kedalaman batin
aku mengerang, menggapai bayang-bayang cahaya
tenggelam di rimbunan gelap.
aku lupa, mesti apa dan bagaimana
surat-surat yang kuterima
semuanya mengabarkan luka

Full name:
Email address:
Comment: